Mengidentifikasi Suatu Alergi Pada Bayi

Mengidentifikasi Suatu Alergi Pada Bayi

Mengidentifikasi Suatu Alergi Pada Bayi

Bunda, apakah sudah mengetahui cara untuk meng-identifikasi gejala alergi yang dialami oleh bayinya?
Karena hal ini sangat penting untuk bunda ketahui. Berikut ini ada tips cara mendiagnosis alergi pada
bayi.

Saat bayi anda berusaha selalu menggaruk area ruam karena gatal, sering batuk pilek, bahkan sesak
napas atau beberapa keluhan lain yang dialami bayi dimana seringkali bunda berpikir bahwa si kecil
menderita alergi. Tapi apakah benar? Gelaja yang disebutkan tadi merupakan tanda dari penyakit alergi?

Naah, ulasan di bawah ini akan memberikan gejala gejala yang berhubungan dengan alergi lainnya.

  • Batuk pada pagi dan malam hari
  • Batuk pilek terus menerus yang terjadi tanpa disertai demam
  • Kulit kering kemerehan dan gatal yang terjadi berulang dan berada dilokasi yang khusus seperti area lipatan sikut, belakang lutut, dan pipi.
  • Muncul ruam kemerahan di kulit yang sering terjadi
  • Kelopak mata dan bibir bengkak dapat disertai sesap napas yang bukan disebabkan oleh penyakit lain
  • Sesak napas dengan suara wheezing atau bunyi seperti siulan/ngik ngik terjadi secara berulang ulang dan tidak ada hubungan dengan infeksi. Biasanya terjadi ketika sudah beraktifitas
  • Saat bayi tidak mengalami gejala flu namun hidung nya gatal, berair (pilek), dan bersin. Gejala seperti ini disertai hidung tersumbat, mata merah, berair, dan gatal
  • Infeksi yang menyebabkan mual, nyeri perut, muntah, bahkan sampai diare bercampur darah.

Saat anda memeriksakan bayi anda ke dokter, langkah awal yang ditanyakan oleh dokter berupa hal hal
yang disebutkan diatas lalu mengkonfirmasikannya melalui pemeriksaan fisik. Riwayat penting lain yang
perlu diketahui adalah ada/tidakkah riwayat atopi atau penyakit alergi pada ibu, ayah, atau saudara
kandungnya.

Penyakit alergi ayah, ibu, atau saudara kandung memiliki makna sebagai prediktor penyakit alergi
seperti asma, rinitis (pilek karena alergi) dan dermatitis eksim.

Selanjutnya, dokter akan berusaha mencari sumber gejala alergi yang dialami bayi. Sumber alergi ini
dapat diketahui dari riwayat penyakit bayi yang nyata, misalnya timbul keluhan kaligata setelah
mengkonsumsi udang, kelopak mata dan bibir yang membengkak sesaat setelah meminum jenis obat.
Bila tidak jelas, maka dokter akan menganjurkan untuk menjalani tes alergi sebagai arahan untuk
mencari sumber alergi ini.

 

LAKUKAN TES ALERGI

Tes alergi bisa dilakukan melalui kulit atau mengambil sample darah dari pasien. Ada beberapa metode
dalam test kulit, diantaranya skin prick test dan patch test. Definisi dari skin prick test adalah uji kulit
yang paling sering dilakukan pada bayi dan balita.

Cara pengujiannya dengan meneteskan cairan yang mengandung zat alergen untuk digores dengan
ujung jarum di permukaan kulit. Memilih test kulit ini mengakibatkan sedikit rasa perih, namun goresan
yang dilakukan tidak akan menimbulkan pendarahan.

Selesai melakukan skin prick test, anda dan bayi diminta untuk menunggu hasil nya sekitar 15 menit dan
dokter akan melihat reaksi dari sample kulit tadi, apakah ada bentol kemerahan di area prosedur skin
prick test. Test ini memerlukan kondisi kulit yang baik. Jenis obat yang mempengaruhi hasil test ini
adalah antihistamin (CTM dan cetirizin), sehingga dokter akan meminta orang tua untuk tidak
memberikan obat obatan tersebut pada si kecil selama tiga sampai tujuh hari. Test ini bisa dilakukan
pada bayi yang berusia 4 bulan ke atas dengan harga yang lebih murah dibandingkan pemeriksaan
darah.

Category : kesehatan Tags : ,

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *